Haflah dan Akhirussanah Madin Miftahussibyan Kesasih: Santri Tampil Percaya Diri Bersama KKN MIT-21
Mahasiswa KKN MIT ke-21 UIN Walisongo Semarang Posko 03 bersama Madin Miftahussibyan Kesasih menggelar kegiatan Haflah dan Akhirussanah di Desa Kesasih (18/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian tahunan madrasah yang mencakup imtihan sebagai evaluasi pembelajaran selama satu tahun, perlombaan untuk melatih bakat dan mental murid, serta Akhirussanah bagi santri yang telah menyelesaikan masa studinya.
Tidak sekadar agenda seremonial, kegiatan ini juga menjadi momentum pembinaan karakter, peningkatan rasa percaya diri, dan ajang unjuk kemampuan santri di hadapan masyarakat, khususnya orang tua.
Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan imtihan, dilanjutkan berbagai lomba antar santri, dan ditutup dengan Haflah serta pentas seni sebagai puncak perayaan. Tahun ini berbeda dari sebelumnya karena ditambahkan pertunjukan pentas seni yang sepenuhnya didukung oleh mahasiswa KKN.
Kepala Madin Miftahussibyan Kesasih menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap capaian belajar santri.
“Tahun ini terasa berbeda karena ada kakak-kakak KKN yang turut membantu. Mulai dari imtihan, latihan lomba, hingga latihan pentas seni, kami sangat terbantu dengan kehadiran mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa masyarakat menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan ruang bagi santri untuk lebih aktif dan berani menampilkan kemampuan di hadapan khalayak umum.
“Hal ini sangat diterima baik oleh masyarakat. Santri-santri bisa lebih aktif dan dapat mempertunjukkan dirinya kepada orang tua serta warga sekitar,” tambahnya.
Perwakilan mahasiswa KKN, Habib Husen, menyatakan rasa syukur atas respons positif masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat. Selain menyalurkan ilmu dan wawasan kepada santri-santri, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam belajar bermasyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti antusiasme santri yang terlihat jelas sejak persiapan hingga hari pelaksanaan.
“Santri-santri sangat semangat berlatih karena mereka tahu akan tampil di hadapan orang tua mereka. Itu menjadi motivasi tersendiri bagi mereka,” ungkapnya.