Esai

Aksi Nyata KKN MIT 21 Lawan Chikungunya melalui Edukasi dan Inspeksi Lingkungan

InfoBatang
22 Feb 2026
17:18 WIB
100
Aksi Nyata KKN MIT 21 Lawan Chikungunya melalui Edukasi dan  Inspeksi Lingkungan

Limpung, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dari Posko 7 melaksanakan serangkaian kegiatan pencegahan penyakit Chikungunya di Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada dua dusun, yakni Dusun Limpung dan Dusun Gepor, dengan melibatkan masing-masing tiga RT di setiap dusun sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit berbasis vektor nyamuk.



Program pencegahan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa. Kegiatan ini mengusung pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan warga secara langsung agar tercipta lingkungan yang bersih dan bebas jentik nyamuk. Kegiatan diawali dengan sosialisasi pencegahan penyakit Chikungunya kepada masyarakat. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai bahaya penyakit Chikungunya, gejala yang ditimbulkan seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam kulit.

Langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang ditambah langkah pencegahan lain seperti penggunaan obat nyamuk dan pengendalian vektor. Sosialisasi dilakukan secara door-to-door dan melalui pertemuan kelompok RT untuk meningkatkan pemahaman warga, khususnya pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Selain sosialisasi, mahasiswa juga mengadakan pelatihan pembuatan obat semprot anti nyamuk berbahan alami dari sereh (serai). Bahan ini dipilih karena mengandung citronella yang efektif sebagai pengusir nyamuk alami. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan cara membersihkan dan memotong sereh, merebus sereh untuk mengekstrak minyak atsiri, menyaring hasil rebusan, serta mencampurkannya dengan air atau alkohol food-grade sebelum dimasukkan ke dalam botol semprot. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan warga untuk memproduksi repellent alami secara mandiri serta mengurangi ketergantungan pada produk kimia.

 

 

Bentuk monitoring lapangan, tim mahasiswa juga melakukan sidak ke rumah warga yang dipilih secara acak di tiga RT pada masing-masing dusun. Pemeriksaan difokuskan pada potensi tempat berkembangbiak jentik nyamuk seperti bak mandi, tempat penampungan air, pot bunga, talang air, serta genangan di sekitar rumah. Jika ditemukan jentik, mahasiswa langsung memberikan arahan pembasmian dan mendampingi warga untuk membersihkan sumber genangan tersebut.

Kepala Dusun Gepor, Bu Eni menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa KKN. “Kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang turun langsung ke rumah warga. Kegiatan ini membuat masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit Chikungunya,” ujarnya.

Sementara itu, Bu Suci selaku petugas dari Dinas Kesehatan juga mengapresiasi program edukasi yang dilakukan mahasiswa. “Edukasi seperti ini sangat penting, terutama di wilayah pedesaan. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, masyarakat menjadi lebih paham tentang pencegahan penyakit berbasis vektor nyamuk dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKN MIT-21 UIN Walisongo Semarang yang mengusung tema pemberdayaan kesehatan masyarakat berbasis kearifan lokal dan partisipasi aktif warga. Desa Limpung dipilih karena memiliki potensi risiko penyakit vektor yang masih memerlukan peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.

Program ini mendapat dukungan penuh dari aparat desa serta perangkat RT/RW setempat. Mahasiswa KKN Posko 7 berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga akhir masa pengabdian guna memastikan keberlanjutan program pencegahan penyakit dan terciptanya lingkungan desa yang sehat, bersih, dan bebas jentik nyamuk.

 

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!