Aksi Nyata KKN MIT 21 Lawan Chikungunya melalui Edukasi dan Inspeksi Lingkungan
Limpung, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) ke-21 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dari Posko 7 melaksanakan serangkaian kegiatan pencegahan penyakit Chikungunya di Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kegiatan ini difokuskan pada dua dusun, yakni Dusun Limpung dan Dusun Gepor, dengan melibatkan masing-masing tiga RT di setiap dusun sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit berbasis vektor nyamuk.
Program
pencegahan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam
mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa. Kegiatan ini mengusung
pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan warga secara langsung
agar tercipta lingkungan yang bersih dan bebas jentik nyamuk. Kegiatan diawali
dengan sosialisasi pencegahan penyakit Chikungunya kepada masyarakat. Mahasiswa
memberikan edukasi mengenai bahaya penyakit Chikungunya, gejala yang
ditimbulkan seperti demam tinggi, nyeri sendi, dan ruam kulit.
Langkah
pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M Plus,
yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang ditambah langkah pencegahan lain
seperti penggunaan obat nyamuk dan pengendalian vektor. Sosialisasi dilakukan
secara door-to-door dan melalui pertemuan kelompok RT untuk meningkatkan
pemahaman warga, khususnya pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan
populasi nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Selain
sosialisasi, mahasiswa juga mengadakan pelatihan pembuatan obat semprot anti
nyamuk berbahan alami dari sereh (serai). Bahan ini dipilih karena mengandung
citronella yang efektif sebagai pengusir nyamuk alami. Dalam pelatihan ini,
peserta diajarkan cara membersihkan dan memotong sereh, merebus sereh untuk
mengekstrak minyak atsiri, menyaring hasil rebusan, serta mencampurkannya
dengan air atau alkohol food-grade sebelum dimasukkan ke dalam botol
semprot. Pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan warga untuk memproduksi repellent
alami secara mandiri serta mengurangi ketergantungan pada produk kimia.
Bentuk
monitoring lapangan, tim mahasiswa juga melakukan sidak ke rumah warga yang
dipilih secara acak di tiga RT pada masing-masing dusun. Pemeriksaan difokuskan
pada potensi tempat berkembangbiak jentik nyamuk seperti bak mandi, tempat
penampungan air, pot bunga, talang air, serta genangan di sekitar rumah. Jika
ditemukan jentik, mahasiswa langsung memberikan arahan pembasmian dan
mendampingi warga untuk membersihkan sumber genangan tersebut.
Kepala Dusun
Gepor, Bu Eni menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa KKN. “Kami
sangat terbantu dengan adanya mahasiswa KKN yang turun langsung ke rumah warga.
Kegiatan ini membuat masyarakat lebih sadar pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan agar terhindar dari penyakit Chikungunya,” ujarnya.
Sementara itu,
Bu Suci selaku petugas dari Dinas Kesehatan juga mengapresiasi program edukasi
yang dilakukan mahasiswa. “Edukasi seperti ini sangat penting, terutama di
wilayah pedesaan. Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, masyarakat menjadi
lebih paham tentang pencegahan penyakit berbasis vektor nyamuk dan bisa
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKN MIT-21 UIN Walisongo
Semarang yang mengusung tema pemberdayaan kesehatan masyarakat berbasis
kearifan lokal dan partisipasi aktif warga. Desa Limpung dipilih karena
memiliki potensi risiko penyakit vektor yang masih memerlukan peningkatan
kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
Program ini
mendapat dukungan penuh dari aparat desa serta perangkat RT/RW setempat.
Mahasiswa KKN Posko 7 berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat hingga
akhir masa pengabdian guna memastikan keberlanjutan program pencegahan penyakit
dan terciptanya lingkungan desa yang sehat, bersih, dan bebas jentik nyamuk.