Hijaukan Desa Kuatkan Pangan Melalui Program Greenhouse KKN UIN Walisongo
Limpung, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 21 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi
Kesehatan Lingkungan melaksanakan program Taman Pangan sebagai
bentuk pemberdayaan dan optimalisasi greenhouse di Desa Limpung.
Program ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan
kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan produktif secara
berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi
antara mahasiswa KKN dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Limpung, sebuah
komunitas yang bergerak di bidang pertanian, pengelolaan tanaman, serta
pemberdayaan perempuan dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga. Sinergi
ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat
desa, khususnya dalam meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.
Program Taman Pangan dilaksanakan pada
Kamis, 19 Februari 2026 di kebun KWT Desa Limpung dengan suasana penuh semangat
dan antusiasme dari para peserta. Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa
kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menanam sayuran, tetapi juga menanam
kesadaran dan semangat kemandirian pangan di tengah masyarakat. “Kami sangat
senang dapat berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT dalam program ini karena
kegiatan ini bukan hanya menanam sayur, tetapi juga menanam semangat
kemandirian pangan,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN
menyiapkan berbagai jenis bibit sayuran seperti cabai, terong, timun, pakcoy,
bayam, serta beberapa tanaman lainnya yang memiliki nilai konsumsi dan daya
jual tinggi. Pemilihan bibit tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat
ganda, baik untuk kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber tambahan
pendapatan melalui hasil panen yang dipasarkan.
Sebelum proses penanaman dimulai, tim KKN
memberikan pemaparan singkat mengenai teknik penanaman, perawatan tanaman,
serta estimasi masa tumbuh dan masa panen. Materi ini disampaikan agar peserta
memahami tahapan budidaya tanaman sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal
dan berkualitas. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik
penanaman bibit secara langsung di lahan greenhouse yang telah
dipersiapkan, dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa dan anggota KWT.
Menurut salah satu pengelola greenhouse,
sebelum penanaman dilakukan, lahan terlebih dahulu dipersiapkan dengan
pemberian pupuk dasar dan didiamkan selama kurang lebih tiga hari agar unsur
hara terserap secara optimal oleh tanah. Tahapan ini menjadi langkah penting
dalam mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih subur dan tahan terhadap hama
maupun perubahan cuaca.
Salah satu anggota KWT Desa Limpung, Ibu Itun, mengungkapkan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman mengenai teknik perawatan tanaman. “Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami jadi lebih paham cara merawat tanaman agar hasilnya bisa lebih baik dan bernilai jual,” ungkapnya.
Program Taman Pangan ini, greenhouse Desa Limpung diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus percontohan pertanian skala desa yang produktif dan berkelanjutan. Selain menghasilkan bahan pangan segar, kegiatan ini juga memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Limpung dan mendorong terciptanya desa yang mandiri, produktif, serta berdaya saing.