Esai

Hijaukan Desa Kuatkan Pangan Melalui Program Greenhouse KKN UIN Walisongo

InfoBatang
24 Feb 2026
15:46 WIB
110
Hijaukan Desa Kuatkan Pangan Melalui Program Greenhouse KKN UIN Walisongo

Limpung, Batang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 21 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Kesehatan Lingkungan melaksanakan program Taman Pangan sebagai bentuk pemberdayaan dan optimalisasi greenhouse di Desa Limpung. Program ini dirancang untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lahan produktif secara berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Limpung, sebuah komunitas yang bergerak di bidang pertanian, pengelolaan tanaman, serta pemberdayaan perempuan dalam mendukung ketersediaan pangan keluarga. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat desa, khususnya dalam meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga.

Program Taman Pangan dilaksanakan pada Kamis, 19 Februari 2026 di kebun KWT Desa Limpung dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari para peserta. Salah satu mahasiswa KKN menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menanam sayuran, tetapi juga menanam kesadaran dan semangat kemandirian pangan di tengah masyarakat. “Kami sangat senang dapat berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT dalam program ini karena kegiatan ini bukan hanya menanam sayur, tetapi juga menanam semangat kemandirian pangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menyiapkan berbagai jenis bibit sayuran seperti cabai, terong, timun, pakcoy, bayam, serta beberapa tanaman lainnya yang memiliki nilai konsumsi dan daya jual tinggi. Pemilihan bibit tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan melalui hasil panen yang dipasarkan.

Sebelum proses penanaman dimulai, tim KKN memberikan pemaparan singkat mengenai teknik penanaman, perawatan tanaman, serta estimasi masa tumbuh dan masa panen. Materi ini disampaikan agar peserta memahami tahapan budidaya tanaman sehingga hasil yang diperoleh dapat maksimal dan berkualitas. Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman bibit secara langsung di lahan greenhouse yang telah dipersiapkan, dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa dan anggota KWT.

 

 

Menurut salah satu pengelola greenhouse, sebelum penanaman dilakukan, lahan terlebih dahulu dipersiapkan dengan pemberian pupuk dasar dan didiamkan selama kurang lebih tiga hari agar unsur hara terserap secara optimal oleh tanah. Tahapan ini menjadi langkah penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih subur dan tahan terhadap hama maupun perubahan cuaca.

Salah satu anggota KWT Desa Limpung, Ibu Itun, mengungkapkan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman mengenai teknik perawatan tanaman. “Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami jadi lebih paham cara merawat tanaman agar hasilnya bisa lebih baik dan bernilai jual,” ungkapnya.



Program Taman Pangan ini, greenhouse Desa Limpung diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sekaligus percontohan pertanian skala desa yang produktif dan berkelanjutan. Selain menghasilkan bahan pangan segar, kegiatan ini juga memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ketahanan pangan lokal. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Limpung dan mendorong terciptanya desa yang mandiri, produktif, serta berdaya saing.



 

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!