Pemerintahan

UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR untuk Dukung Restorasi Ekosistem Laut Batang

InfoBatang
28 Oct 2026
12:18 WIB
18
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR untuk Dukung Restorasi Ekosistem Laut Batang

Batang, 26 Oktober 2026 — PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), pengelola PLTU Batang, bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) dan Pemerintah Kabupaten Batang memperkuat kolaborasi dalam pengembangan dan hilirisasi riset Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR). Inisiatif ini bertujuan mendorong penerapan hasil penelitian untuk mendukung pemulihan habitat laut, pelestarian keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan ekosistem pesisir Kabupaten Batang.


Kegiatan ini menandai penguatan kerja sama antara BPI dan UNDIP, serta kerja sama Pemerintah Kabupaten Batang dengan UNDIP, untuk mendorong inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.


Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, S.H., M.H., mengapresiasi kolaborasi antara UNDIP, BPI, dan seluruh pihak yang mendukung pengembangan AFA dan APR. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci untuk menjawab tantangan pembangunan daerah.


Bupati menegaskan bahwa hasil penelitian perlu diwujudkan menjadi inovasi konkret yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Program Hilirisasi Riset Prioritas dan Strategis – Ajakan Industri 2026, keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi, tetapi juga dari penerapan, kebermanfaatan, serta keberlanjutan hasilnya bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.


Dalam sambutannya, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kelestarian ekosistem pesisir dan keberlanjutan mata pencaharian masyarakat. Nelayan dan masyarakat pesisir perlu dilibatkan secara aktif dalam pelaksanaan, pemeliharaan, dan pemantauan program. Manfaat ekologis maupun ekonomi dari program tersebut juga perlu dievaluasi secara terukur.


Bupati Batang juga berkomitment untuk mengembangkan area implementasi AFA-APR sebagai destinasi eduwisata di Kabupaten Batang.


Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja sama UNDIP dan BPI dalam mengembangkan hasil riset menjadi inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan.


“UNDIP mengapresiasi kerja sama dengan PT Bhimasena Power Indonesia dalam pengembangan dan hilirisasi riset Artificial Fish Apartment (AFA) dan Artificial Patch Reef (APR). Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen UNDIP untuk terus bergerak bersama dunia industri dan menjawab kebutuhan industri di Kabupaten Batang melalui riset, inovasi, dan penerapan ilmu pengetahuan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi industri, lingkungan, dan masyarakat,” ujar Rektor UNDIP.


AFA dirancang untuk menyediakan dan memperluas habitat ikan, sedangkan APR berfungsi mendukung pemulihan habitat dasar laut dan pertumbuhan terumbu karang. Dalam pengembangannya, program ini memanfaatkan Fly Ash and Bottom Ash (FABA) dari PLTU Batang sebagai material habitat buatan melalui pendekatan ekonomi sirkular, dengan tetap memperhatikan kajian ilmiah, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta pemantauan berkala.


Chief Operating Officer PT Bhimasena Power Indonesia, Naofumi Yasuda, menyampaikan bahwa pengembangan AFA dan APR merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) sekaligus dukungan terhadap pengelolaan lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir.


“Sebagai perusahaan yang beroperasi di Batang, kami senantiasa membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami percaya bahwa hasil terbaik dapat dicapai ketika semua pihak bekerja bersama sebagai satu tim,” ujar Naofumi Yasuda.


BPI juga terus berupaya memenuhi komitmen pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana tercantum dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), termasuk Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL-RPL). Upaya ini mencakup pengelolaan lingkungan, perlindungan ekosistem pesisir, serta pemantauan kondisi lingkungan dan keanekaragaman hayati bersama mitra yang memiliki kompetensi ilmiah.


Dalam kolaborasi BPI dan UNDIP, pada periode 2020–2025 telah dipasang 4 unit AFA dan 8 unit APR. Pada 2026, program dilanjutkan dengan penambahan 12 unit AFA dan 10 unit APR.


Hasil pemantauan UNDIP pada 2025 di salah satu unit APR di Karang Sebapang mengidentifikasi 19 spesies ikan karang dengan total 208 individu. Temuan tersebut menjadi salah satu indikasi awal fungsi habitat buatan dalam mendukung kehidupan biota laut. Pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengevaluasi perkembangan habitat dan dampak ekologis program berdasarkan data ilmiah.


Selain mendukung pengembangan AFA dan APR, BPI juga berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam program pemberdayaan masyarakat pesisir. Inisiatif tersebut antara lain pelatihan perawatan dan perbaikan mesin kapal bagi nelayan, bantuan 11 unit mesin kapal untuk 11 kelompok nelayan, pemberian jaminan kesehatan bagi 149 nelayan, program bedah rumah untuk tiga keluarga nelayan di Roban Timur, pemasangan listrik gratis, serta penanaman mangrove di sepanjang pesisir Batang.


Bupati Batang turut menekankan bahwa kerja sama yang dijalin perlu ditindaklanjuti dengan program nyata, pembagian peran yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, dan mekanisme evaluasi yang terstruktur. Pemantauan ilmiah terhadap pertumbuhan karang, keanekaragaman hayati, serta fungsi habitat ikan juga perlu dilanjutkan agar perkembangan program dapat dievaluasi berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.


Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, BPI berharap pengembangan AFA dan APR dapat terus berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Batang.

Bagikan:

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. * wajib diisi

Semua Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!