Momen Haru Mewarnai Perpisahan Mahasiswa KKN UIN Walisongo di SD Negeri Lobang 01
BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo
Semarang Posko 08 melaksanakan Program kerja terakhir mereka yang bertajuk
"Guru Sehari" pada Sabtu pagi
(14/02/2026). Suasana khidmat bercampur haru menyelimuti ruang kelas SD Negeri
Lobang 01, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.
Sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian di sekolah.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program
pendidikan yang telah dijalankan mahasiswa selama beberapa pekan terakhir.
Seluruh siswa dikumpulkan dalam satu ruangan besar untuk mengikuti sesi
perpisahan yang dirancang secara personal dan menyentuh hati, menciptakan
kedekatan emosional yang mendalam antara pengajar dan murid.
Acara inti dipandu oleh salah satu mahasiswa KKN, yang
bertindak sebagai moderator sekaligus perwakilan mahasiswa untuk memberikan
sambutan terakhir. Dengan nada suara yang lembut, membimbing anak-anak untuk
meresapi momen kebersamaan yang telah mereka lalui bersama kakak-kakak
mahasiswa di sekolah.
Dalam arahannya, mengajak para siswa untuk mengucapkan salam
perpisahan secara kolektif. Kalimat demi kalimat yang diucapkan membawa suasana
ruang kelas menjadi hening, di mana para siswa mulai menyadari bahwa kehadiran
kakak-kakak idola mereka di sekolah akan segera berakhir.
Sebagai bentuk ungkapan perasaan, mahasiswa mengarahkan
anak-anak untuk menuliskan surat pendek yang ditujukan kepada tim KKN Posko 08.
Lembar demi lembar kertas dibagikan, dan dengan polosnya, para siswa mulai
menorehkan tinta berisi kesan serta pesan selama mereka dibimbing oleh para
mahasiswa.
Surat-surat yang telah ditulis tersebut kemudian dikumpulkan
dalam satu wadah khusus yang telah disiapkan. Wadah ini menjadi simbol yang
menampung seluruh kejujuran dan rasa terima kasih anak-anak atas ilmu serta
keceriaan yang telah dibagikan selama masa KKN berlangsung.
Setelah prosesi pengumpulan surat selesai, suasana yang
awalnya tenang berubah menjadi isak tangis yang pecah. Satu per satu siswa
diminta berbaris rapi untuk melakukan sesi "salim" atau
bersalaman sebagai tanda penghormatan terakhir kepada para mahasiswa yang telah
mereka anggap sebagai guru sekaligus kakak.
Isak tangis tak terbendung saat para siswa mulai menyalami
satu per satu dari 14 mahasiswa KKN. Banyak di antara mereka yang enggan
melepaskan tangan para mahasiswa, bahkan beberapa siswa nampak memeluk erat
kakak-kakak yang mereka kagumi dengan sangat emosional.
Tidak hanya para siswa, raut wajah haru juga tampak jelas di
wajah para mahasiswa KKN Posko 08 yang berusaha tegar melepas dekapan
anak-anak. Bagi mereka, pengalaman mengajar di SD Negeri Lobang 01 bukan
sekadar menjalankan kewajiban program kerja, melainkan sebuah perjalanan batin
yang memberikan pelajaran tentang ketulusan dan pengabdian yang sesungguhnya di
dunia pendidikan.
Menurut penuturan salah satu guru SD Lobang 01 Bu Aisyah Tri
Pujiasih, S.Pd. menilai bahwa kegitan tersebut
merupakan momen haru bagi siswa-siswi.
“Terimakasih atas kebersamaan dan
ilmu yang sudah diberikan kepada anak-anak selama melakukan kegiatan di
sekolah. anak-anak sangat antusias ketika tau ada kkn disekolah, sehingga
mereka merasa kehilangan dan sedih saat momen perpisahan ini tiba.” ujarnya.
Bagi anak-anak SD Negeri Lobang 01, kehadiran mahasiswa KKN
bukan sekadar formalitas akademik, melainkan sosok inspirasi dan idola baru.
Pelukan hangat dan tetesan air mata yang tumpah siang itu menjadi bukti nyata
betapa kuatnya ikatan batin yang telah terbangun di antara mereka dalam waktu
singkat.
Kegiatan "Guru Sehari" ini ditutup dengan perasaan
campur aduk antara sedih dan bangga. Meski pertemuan di sekolah berakhir, namun
surat-surat yang tersimpan di dalam wadah tersebut akan menjadi pengingat abadi
bagi mahasiswa UIN Walisongo tentang hangatnya penerimaan warga sekolah di Desa
Lobang.